Bermalam di Ulu Tutong

Bermalam di Ulu Tutong, melelapkan mata di tepi jalan beratapkan langit, bercahayakan bulan kelam berserta taburan bintang di langit sesuatu yang mengasyikkan. Embun pagi hanya menitis ketika subuh menjelma. Nyamuk tidak menggangu   selama  kepulan asap daripada unggun apa berligar-ligar di kawasan bermalam. Pukul sembilan malam, kami masuk ke hutan kalau-kalau ada napuh.  Setelah puas berlegar-legar di kawasan hutan berdekatan, hinu mata napuh tiada kelihatan, yang ada hanya hinu mata buaya di kawasan sungai, labah-labah menunggu mangsa di sesawangnya, kunang-kunang berterbangan selain babi  penghuni kawasan tersebut yang lari bertempiaran setelah mengetahui kehadiran kami. Jam dua pagi sekali lagi kami masuk ke hutan kawasan bukit belukar berseberangan jalan tempat kami menginap, pekara yang sama terulang, tiada tanda-tanda napuh di kawasan tersebut  sekalipun kami mendaki beberapa buhur serta menuruni beberapa lurah. Akhirnya keletihan terubat dengan tidur yang nyenyak di bawah langit yang terbentang luas.

 

Leave a comment

Filed under Kenangan

Komen anda:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s