Tafsiran Mimpi

Tiada foto yang dapat kusisipkan bersama. Semuanya ada di petak mindaku. Siang tadi sebelum sembahyang Jumaat aku tertidur sementara menunggu waktu sembahyang fardu Jumaat, masih awal jam 10 pagi. Sementara menunggu masa tiba, aku baring sambil menyebut kalimah tayibah serta berselawat. Berapa banyak kalimah tayibah serta selawat kulafazkan aku tidak ingat, akhirnya aku terlelap. Hari Jumaat penghulu bagi segala hari, sejak semalam amalan rutin yang selalu kubuat tidak kulakukan seperti biasanya. Setiap petang Jumaat biasanya aku membaca surah Yassin bersama jemaah tapi semalam aku hanya membaca surah Al-Kahfi yang kebiasaannya kubaca sementara menunggu solat Jumaat.

Ketika lena, aku bermimpi yang selama ini belum pernah kualami. Awan yang seharian membiru kali ini di mimpiku berwarna merah. Dari jauh aku menyaksikan awan merah menyala bercampur warna seperti sinaran mentari ketika terbenam di ufuk  barat.  Padahal awan yang kuperhatikan berada di ufuk timur. Awan yang berkepul-kepul putih bercampur kemerahan menyala-nyala menuju ke satu ruang bulatan yang memancarkan cahaya seperti matahari yang memancarkan cahayanya pada siang hari. Ketika menyaksikan kepulan awan yang membuak serta menjulang  menghurungi cahaya putih tanpa semana-mana longgokan lahar api yang meletus dari ruang bulatan cahaya umpama letusan gunung berapi yang memuntahkan api dan lahar, gunung berapi biasanya memuntahkan lahar dan api dari perut bumi, tapi kali ini lahar yang panas membahang memuntahkannya dari lingkaran cahaya memencut ke bumi. Ketika sampai ke bumi (kota Brunei) aku tidak dapat bayangkan akan kedasyatan lahar api yang menimbus, mujur ketika menyaksikan peristiwa itu aku agak jauh, namun  timbunan asap hitam sampai juga di kawasan aku berlindung. Rasa gementar tidak dapat kubendung, aku hanya dapat  beristigfar beberapa kali  sebelum terjaga. Degup jantungku semakin kencang  sekalipun aku sudah terjaga.

Sehingga kini ketika mendengar guruh di langit  aku sentiasa gementar, aku memohon agar Allah SWT tidak menurunkan bala kepada negara ini. Sesungguhnya aku tidak dapat mentafsirkan mimpi sebigini. Apa yang dapat kurasakan sekarang betapa kerdilnya diri ini, aku merasakan yang aku ini begitu lemah, begitu rapuh tiada bermaya. Ya Allah sesungguhnya azabmu itu amat pedih, aku memohon perlindungan dari azab dunia, azab kubur , azab akhirat, azab masyar, azab mizan, azab titian sirat serta azab neraka. Dan ampunilah segala dosa kami umat Muhammad SAW. Masukkanlah kami ke Firdaus-Mu bersama kekasihmua SAW. Amin!

Leave a comment

Filed under Renungan

Komen anda:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s